Free Template

product 1

Sebuah web penyedia layanan template gratis untuk yang senang dengan desain blog yang unik.

Multimedia

product 1

Viva news sebuah media yang mengupas berbagai informasi menarik, aktual baik dalam maupun luar negri.

Customizations

product 1

Belajar marketing online untuk pemula dan siap untuk meraih pendapatan hanya di ADSENSE CAMP.

MEMBER MARKETBLOGCOM SMKN 3 PONTIANAK

MENERAPKAN SIKAP DAN PERILAKU KERJA PRESTATIF

Nadya Nandy | 04.03 | 2 komentar


MATERI PEMBELAJARAN
A. PENTINGNYA BEKERJA PRESTATIF
Keinginan semua orang untuk terus maju dan berprestasi tidak dapat dihindari. Setiap wirausaha juga melombakan kata prestatif itu, sehingga seorang wirausaha harus berbuat dan bekerja secara prestatif. Apakah prestatif itu ? “Prestatif artinya seorang wirausaha selalu berambisi ingin maju (ambition drive).

Di sini seorang wirausaha memiliki komitmen tinggi terhadap pekerjaannya atau tugasnya dan setiap saat pikirannya tidak lepas dari bisnisnya. Seorang wirausaha yang ingin berhasil di dalam usahanya janganlah loyo, pasrah diri, tidak mau berjuang, tetapi harus bersemangat tinggi, berjuang dan berambisi untuk maju dengan komitmen tinggi terhadap pekerjaannya.
Menurut Zimmerer, karakteristik wirausaha yang berhasil karena bekerja secara prestatif adalah sebagai berikut :
1. Memiliki komitmen tinggi terhadap tugasnya atau pekerjaannya
2. Mau bertanggung jawab
3. Mempertahankan minat kewirausahaan dalam dirinya
4. Peluang untuk mencapai obsesi
5. Toleransi untuk mencapai resiko kebimbangan dan ketidakpastian.
6. Yakin pada dirinya.
7. Kreatif dan fleksibel.
8. Memiliki motivasi untuk lebih unggul.
9. Berorientasi untuk masa depan.
10. Mau belajar dari kegagalan.
11. Memiliki kemampuan memimpin.
Jika karakteristik prestatif di atas diterapkan oleh seorang wirausaha di dalam bisnis, maka :
- Wirausaha memiliki tekad kuat berusaha tetapi bukan karena terpaksa.
- Wirausaha akan mawas diri dan bertekad bulat untuk maju.
- Wirausaha berpikir ada kemungkinan gagal, tetapi ia tidak gentar.
- Wirausaha ingin maju atau mandiri, walaupun resiko tinggi.
- Wirausaha berpikir positif karena ingin berkreatif.
B. SIKAP DAN PERILAKU KERJA PRESTATIF
Ciri khusus perilaku prestatif ialah selalu ingin maju di segala bidang. Dengan demikian orang yang berperilaku kerja prestatif akan memancarkan sifat yang terpuji. Orang yang selalu ingin maju harus mau belajar banyak serta mempunyai keyakinan yang kuat dalam usahanya.
Menurut Stephen Covey dalam bukunya “First Thing’s First” ada empat sisi potensial yang dimiliki manusia untuk maju, yaitu :
1. Self awareness atau sikap mawas diri.
2. Conscience atau mempertajam suara hati.
3. Independent Will atau pandangan independent untuk bakal bertindak.
4. Creative imagination atau berpikir mengarah ke depan untuk memecahkan masalah dengan imajinasi serta adaptasi yang tepat.

C. ASPEK-ASPEK KERJA PRESTATIF
Perilaku kerja prestatif dapat dilihat dalam sikap sebagai berikut :
1. Kerja Ikhlas
Kerja ikhlas bukan berarti kerja tanpa mengharapkan gaji/honor. Kerja ikhlas dalam hal ini dapat diartikan kerja yang dilakukan tanpa keluh kesah. Segala jerih payah bahkan rasa lelah tidak dirasakan suatu beban yang berat.
Contoh :
Seorang tukang jahit sepatu walaupun hasil jahitannya hanya dapat untuk menutup biaya, tetapi tetap bekerja dengan baik, melaksanakan pekerjaannya dengan tulus dan berusaha agar pesanan untuk jahitannya baik dengan harapan semoga rejeki yang diterima menjadi berkat Tuhan untuk mencukupi kebutuhan hidupnya.
2. Kerja Mawas Diri Dari Rasa Emosional
Kerja mawas diri dapat diartikan tidak tergesa-gesa dalam mengambil suatu tindakan, tidak mudah terpancing oleh suasana dalam menerima suatu kritikan maupun pujian. Sebelum bertindak dipikirkan dengan matang keputusan apa yang akan diambil. Oleh karena itu sikap hati-hati perlu diterapkan agar tidak mudah terjebak pada kesalahan yang sama.
Contoh :
Seorang pemimpin perusahaan yang memiliki masalah pribadi di rumah dengan keluarganya, tidak boleh membawa masalah ke perusahaan.
3. Kerja Cerdas
Cerdas, sempurna perkembangan akal budinya (untuk berpikir, mengerti) dan tajam dalam berpikir. Bekerja tidak hanya mengandalkan otot saja tetapi juga mengandalkan otak artinya untuk mencapai sukses tidak hanya dibutuhkan kerja keras saja akan tetapi juga kecerdasan untuk melakukan inovasi-inovasi baru yang dapat diterima oleh masyarakat.
Kerja cerdas adalah bekerja dengan menggunakan pikiran yang tajam, cepat, tepat dalam menerima, menanggapi, menentukan sikap dan berbuat.
Wirausahawan yang cerdas, wirausahawan dalam menjalankan pekerjaannya pandai memperhitungkan resiko, mampu melihat peluang, dan dapat mencari solusi sehingga dapat mencapai keuntungan.
Contoh :
Wirausaha dalam bekerja menggunakan konsep keilmuan, misalnya penggunaan teknologi tepat, menggunakan konsep hitung menghitung (matematika), menggunakan bahasa global, pandai bernegosiasi, berkomunikasi dan mengelola informasi.
4. Kerja Keras
Kerja keras berarti bekerja dengan menggunakan sumber daya secara optimal, misalnya tenaga, pikiran, dan perasaan dalam menggunakan waktu, bahan, dana dan alat.
Kerja keras dalam bekerja mampunyai sifat mabuk kerja untuk dapat mencapai sasaran yang ingin dicapai, dapat memanfaatkan waktu yang optimal sehingga kadang-kadang tidak mengenal waktu, jarak, dan kesulitan yang dihadapi, sangat bersemangat untuk meraih keinginannya.
Contoh :
Kerja keras seorang nelayan, setiap hari mereka berangkat untuk berlayar tanpa mengenal waktu dan lelah, kadang-kadang kalau cuaca tidak mendukung nelayan tersebut bisa tidak membawa hasil tangkapannya.
5. Kerja Tuntas
Kerja tuntas artinya kerja yang tidak setengah-setengah dan mampu mengorganisasikan bagian usaha secara terpadu dari awal sampai akhir untuk dapat menghasilkan usahanya secara maksimal.
Contoh :
Seorang pengusaha konveksi dapat mengorganisasikan usahanya dengan baik mulai dari membuat sarana konveksi, lay out konveksi, peralatan yang dibutuhkan, proses produksi, strategi pemasaran, kemungkinan kerugian sampai mendapatkan hasil yang memuaskan yaitu laba.

D. MENERAPKAN SIKAP DAN PERILAKU KERJA PRESTATIF DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI
Untuk memberikan motivasi, menanamkan, dan memupuk mental jiwa wirausaha perlu sekali menerapkan sikap dan perilaku kerja prestatif dalam kehidupan sehari-hari di dalam lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat. Penerapannya dapat berupa aktivitas biasa dalam menjalankan hidup sehari-hari maupun berupa kegiatan bisnis.
1. Di Lingkungan Keluarga
Menerapkan kerja prestatif di lingkungan keluarga di antaranya dapat berupa :
a. Disiplin dalam menjalankan kewajiban, seperti ibadah, belajar dan membantu orang tua, tidak menunda-nunda waktu.
b. Mengisi waktu luang untuk kegiatan yang produktif, kreatif dan inovatif.
c. Bertanggung jawab terhadap pekerjaan yang diberikan keluarga, dan dikerjakan sebaik-baiknya.
2. Di Lingkungan Sekolah
Media untuk bisa digunakan menerapkan kerja prestatif di lingkungan sekolah antara lain :
a. Kegiatan belajar mengajar di kelas.
b. Kegiatan intra sekolah (OSIS).
c. Unit-unit usaha yang ada di sekolah seperti halnya : koperasi siswa, pertokoan, kantin, bank mini, sanggar busana.
3. Di Lingkungan Masyarakat
Lingkungan masyarakat lebih luas dan kompleks sehingga kegiatan menerapkan kerja prestatif akan lebih leluasa dan bukan simulatif, tetapi benar-benar praktek.
Media yang digunakan :
a. Organisasi kemasyarakatan, seperti karang taruna, organisasi keolahragaan, lembaga swadaya masyarakat, koperasi, dan lain-lain.
b. Dunia usaha dan industri misalnya, magang, bekerja paroh waktu dan sebagainya.

Tugas
A. Tujuan
Mengenali dan memahami mengenal kerja prestatif

B. Alat
1. Buku tulis dan peralatannya
2. Tape rekaman jika diperlukan

C. Langkah Kerja
1. Amati lingkungan di sekitar Anda. Buatlah wawancara dengan para pekerja/profesi wirausahawan. Buatlah daftar mengenai kesimpulan dari wawancara Anda mengenai kerja prestatif.
2. Lakukan diskusi dengan teman sebangku Anda untuk mengidentifikasi ciri-ciri orang yang bersikap dan perilaku kerja prestatif. Dengan melakukan tugas ini diharapkan Anda akan memahami dan melaksanakan dalam hidup sehari-hari.

Latihan
Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan jelas dan singkat !
1. Mengapa dalam lingkungan keluarga, orang tua adalah pemegang otoritas dalam perilaku kerja prestatif ?
2. Jelaskan karakteristik prestatif yang digunakan seorang wirausaha dalam bisnisnya !
3. Sebutkan cara memotivasi anak untuk berperilaku kerja prestatif !
4. Jelaskan bentuk-bentuk kemajuan wirausaha berupa teknologi dan produk dalam melakukan kerja prestatif !
5. Jelaskan pengaruh kerja ikhlas terhadap kerja prestatif !
6. Hal-hal apa saja yang harus diperhatikan dalam konsep penerapan disiplin di lingkungan sekolah ?
7. Mengapa disiplin proses belajar di sekolah sangat penting ?
8. Apa sebabnya kita harus melakukan kerja sama dengan orang lain ?
9. Apa akibatnya jika seseorang wirausaha tidak menerapkan konsep kejujuran ?
10. Apa sebabnya kita perlu menerapkan kepedulian terhadap mutu dalam bentuk hasil kerja ?

Category:

Vk bhardwaj: My name is vikas . I'm administrator of Www.BestTheme.Net.This blog was opened for Demo test .

2 komentar

  1. makasih bnyak ilmu kak, saya lagi butuh bgd nih...

    www.rieztoshare.com <<<<<<<< VISIT

  2. Info terbaru winenlose Agen Bola Promo 100% SBOBET IBCBET Casino Poker Tangkas Online merupakan Agen Judi Online untuk taruhan Bola, terpercaya dan aman untuk taruhan Bola secara Online